-->

Masalah Yang Perlu Diwaspadai Selama Proses Mencari Kerja

Share:

Masalah Yang Perlu Diwaspadai Selama Proses Mencari Kerja

SIAPIP.COM - Hai Kawan, Saat berburu dan mencari pekerjaan kita akan menjumpai beragam masalah, ada masalah yang timbul dari diri pribadi ada juga masalah yang muncul dari lingkungan sekitar. Masalah dari dalam diri setidaknya sudah bisa diantisipasi jauh sebelumnya sehingga sedikit banyak telah diketahui.  Masalah yang muncul dari lingkungan sekitar atau lapangan juga cukup berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu sebaiknya kita bisa mengenali masalah-masalah tersebut agar mudah mengatasi atau paling tidak bersikap hati-hati. 

Berikut beberapa masalah yang perlu diwaspadai selama proses mencari kerja


- Rayuan tidak masuk akal 

Pencari kerja adalah orang yang sedang membutuhkan pekerjaan, untuk memperolehnya ada banyak cara yang dipakai oleh pencari kerja, ada yang melewati jalur normal melalui beberapa prosedur, Sebaliknya ada juga yang ingin melalui jalur cepat tanpa melalui prosedur resmi. Dalam kondisi tersebut banyak sekali rayuan yang datang menghampiri pencari kerja. Tawaran-tawaran ini dilakukan oleh para oknum yang memanfaatkan kondisi sulit mencari kerja, Iming-iming yang biasa ditawarkan adalah pekerjaan bagus gaji besar cara mudah tanpa kriteria apapun dan tanpa proses bertele-tele. 

Baca Juga : Peluang Bisnis DI Era Digital 

Oleh karena itu pencari kerja yang berminat diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai imbalannya biasanya disebut sebagai uang administrasi. Hal tersebut bisa dikatakan aneh tetapi dalam praktiknya kerap terjadi bahkan terjadi dengan terang-terangan. Banyak sudah pencari kerja yang menjadi korban terutama yang berpikiran sempit ujung-ujungnya bukan pekerjaan yang diperoleh tetapi kerugian material uang yang sangat besar. Bahkan pada sejumlah kasus kerugian tidak hanya terbatas untuk material saja. Oleh karena itu kita perlu hati-hati dan waspada agar tidak terjerat tipu muslihat oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut 

- Bergaul dengan orang yang setipe 

Dalam dunia pergaulan kita berteman dengan seseorang atau sebuah komunitas tentu mempunyai alasan tertentu. Faktor yang biasa menjadi bahan pertimbangan adalah adanya latar belakang kesamaan yang dimiliki misalnya daerah, pendidikan, sekolah, hobi dan status sosial. Demikian pula yang terjadi pada diri seorang pengangguran, biasanya seorang pengangguran apalagi lama menganggur akan sungkan bergaul dengan rekan-rekan yang sudah bekerja. Orang yang menganggur lebih suka bergaul dengan orang-orang yang menganggur pula, sikap tersebut sebisa mungkin kita hindari. Mengapa demikian, hal tersebut dikarenakan kita tidak memperoleh banyak manfaat dari pergaulan tersebut. Boleh-boleh saja bergaul dengan mereka tetapi sewajarnya saja, lebih baik bergaul dengan orang-orang yang sudah bekerja karena akan mendapatkan banyak keuntungan seperti informasi lowongan pekerjaan, nasihat, atau cerita tentang keberhasilan mereka memperoleh pekerjaan. Berbagai informasi tersebut tentu sangat berguna bagi kita yang sedang membutuhkan pekerjaan. Oleh karena itu jangan hanya bergaul dengan orang yang setipe 

- Termakan Kesimpulan Umum 

Dalam masyarakat berkembang banyak anggapan umum yang bisa menjerumuskan kita, anggapan ini ada benarnya, tetapi hanya sebagian dan tidak mutlak. Sebagai contoh, lulusan sarjana saja banyak yang menganggur apalagi hanya lulusan SMA atau Diploma, lulusan dari perguruan tinggi yang baik saja banyak yang menganggur apalagi lulusan dari perguruan tinggi yang biasa-biasa saja, dan anak orang kaya saja banyak yang menganggur apalagi orang yang tidak kaya. Sedikit banyak anggapan anggapan umum tersebut mampu menggoyahkan kepercayaan diri para pencari kerja. Sebenarnya kualitas seseorang itu tidak hanya ditentukan asal almamater, tingkat pendidikan, atau status sosialnya. Ada banyak faktor yang menjadi penentu seseorang bisa disebut memiliki kualitas yang baik, seperti bagaimana ia belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tidak termakan anggapan anggapan umum yang belum tentu benar, jangan sampai beragam anggapan umum tersebut menjadi beban, kalau bisa jadikan anggapan tersebut sebagai tantangan.

- Cepat Berpuas Diri

Mungkin karena Begitu sulitnya dalam rangka cari pekerjaan, maka saat sudah mendapat pekerjaan perjuangan kita menjadi mandek, usaha kita berhenti di titik itu, seharusnya tidak demikian, carilah pekerjaan yang lebih bagus dalam artian bidang pekerjaan yang dapat menjadi lahan untuk mengaktualisasikan pengetahuan, pengalaman, keahlian, atau kelebihan kita yang lain. Jika kita merasa mampu, berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dan menjadikan pekerjaan yang sudah ada menjadi jembatan untuk mencapainya.

Baca Juga : Tips Memulai Bisnis Online Yang Produktif

- Selalu ingin pindah tempat kerja karena alasan sepele 

Meskipun seluruh angkatan kerja baru mempunyai semangat yang menggebu-gebu untuk tarjun bekerja, dalam praktiknya mereka belum siap untuk mengikuti ritme dunia kerja. Saat kita bekerja pastilah akan menemukan beragam permasalahan seperti konflik dengan atasan, perselisihan dengan teman sejawat, persaingan yang tidak sehat, hukuman, dan tentu saja kejenuhan kerja. Semua itu wajar dan terjadi dimana saja pada semua orang menghadapi kondisi demikian. Tidak sedikit yang berpikiran sempit bahkan kondisi tersebut kadang dipahami sebagai sesuatu yang luar biasa, sehingga menimbulkan keinginan untuk pindah kerja. Sebenarnya keinginan seperti itu adalah hal wajar dan menjadi hak pribadi seseorang, namun hendaknya kita juga tidak boleh begitu saja menyerah saat menghadapi situasi yang demikian. Lebih baik kita belajar dari kenyataan tersebut agar suasana kerja menjadi semakin nyaman jangan ingin berpindah kerja hanya karena alasan yang sepele.


Sumber : Buku "Cara Jitu Dapet Kerja" karya Giyarto 

No comments